Kematian adalah tema favorit, barangkali topik yang paling populer, dalam dunia tasawuf. Tak habis-habis pembicaraan tentang maut tersaji dalam risalah para sufi atau pujangga. Maulana Rumi berpesan dalam salah satu
Rubaiyat-nya bahwa ketika hidup selesai, Tuhan memberi kita hidup beda//ketika hidup kita sesaat usai, Tuhan menunjukkan yang lain//cinta adalah air kehidupan, maka loncatlah tepat ke dalamnya//ada hidup baru pada setiap tetes samudra. Kata kunci dalam gugusan kalimat ini adalah cinta. Di mana cinta harus menjiwai seluruh aspek kehidupan; cinta hendaknya menjadi basis dalam setiap gerakan manusia di bumi yang fana. Sebab ketika cinta telah menjadi ruh, menjadi semangat, menjadi energi dan kecenderungan dalam hidup, maka hidup akan penuh makna dan keberkahan. Dengan cinta, manusia tiada perlu takut terhadap mati sebab telah tertanam kesadaran bahwa sehabis kehidupan dunia akan tersingkap kehidupan lain setelah mati, dan hidup yang Continue reading
Tag Archives: review
Melompati Rasa Takut
Saat kehidupan Anda telah mapan, kemudian muncul goncangan yang mengancam kenyamanan tersebut, apa yang akan Anda lakukan? Bagaimana cara Anda mengubah rasa takut yang tengah menyelimuti Anda menjadi energi untuk maju ke arah kesuksesan? Satu keputusan yang anda ambil akan sangat signifikan pengaruhnya terhadap hidup Anda selanjutnya sebab keputusan itu akan mengarahkan pada perubahan, entah perubahan lebih baik atau sebaliknya. Boleh jadi momen seperti ini Anda justru kehilangan semangat dan motivasi, menjadi limbung, akibat pengaruh rasa takut yang berlebihan. Terutama jika Anda tak pernah membayangkan akan datangnya gejolak tersebut.
Sebaiknya Anda mencari pendamping (baca: penolong) seperti yang dilakukan Ping. Katak yang semula bebas melompat dalam limpahan air kolam itu kini hanya bisa tertegun melihat jumlah air yang terus menyusut. Maka ia mesti segera pindah mencari kolam baru. Ditemani seekor burung hantu sebagai pembimbing spiritualnya, ia mengadakan perjalanan dengan menelusuri dunia luar serta menyelami alam pikirnya sendiri. Dengan bayangan ketakutan ia tetap meneruskan perjalanan mencari kolam baru meninggalkan kolam lama.
Setiap orang pasti pernah dihinggapi rasa takut: takut kalah, takut mengambil risiko, ataupun takut gagal. Perlu dicatat, sebagaimana dinyatakan dalam buku ini, bahwa untuk menjalani hidup yang penuh berkat setidaknya kita membutuhkan dua hal. Pertama, harus memiliki hasrat untuk mempertahankan hidup berdasarkan potensi yang kita punya. Sebagai konsekuensi logis dari poin pertama, maka lahirlah poin kedua, yaitu kesanggupan diri untuk menjalankan terma pertama tersebut setiap hari. Dengan kata lain, bila kita ingin meraup hidup penuh karunia jangan pernah menyia-nyiakan bakat atau kemampuan yang sudah ada. Pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk menggali talenta dan keahlian Anda dan bukan sibuk merutuk menyesali kemampuan yang tak mungkin. Jika kita masih tenggelam di kegelapan diri kita sendiri, maka harapan menempati posisi dan reputasi yang bagus hanya sekadar angan-angan.
Untuk membangun reputasi kita terlebih dahulu harus menciptakan prestasi yang perlu terus dipupuk dengan semangat dan kerja keras. Prestasi ini bisa merupakan hal baru yang belum pernah ada dalam hidup kita atau peningkatan dari prestasi lama. Dalam sebuah seminar, motivator ternama Tung Desem Waringin menunjukkan tiga poin penting agar seseorang mampu menjadi jajaran terbaik. Pertama, Continue reading