Tak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati hasil jerih payah diri sendiri. Tidak ada hal yang lebih mengasyikkan dibandingkan rupiah yang kita petik dari bulir keringat kita sendiri. Ada sensasi luar biasa yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata [memang sedikit lebai sih..]. Itulah yang terasa saat saya menerima gaji untuk kali yang pertama. Jumlahnya memang sangat kecil, jauh dari angka yang fantastis (apalagi dibandingkan dengan nilai dana yang ditilep Gayus
. Namun karena saya memperolehnya saat masih duduk di bangku SMA (awal kelas 3), maka uang sebesar Rp21.000,00 itu amat berarti bagi saya, terlebih saat membelanjakannya. Ya, Rp21.000,00! Di mana Rp14.000,00 saya terima sebagai honor menerjemahkan teks pidato yang merupakan tugas anak SMA sebelah sekolah saya. Dan Rp7.000,00 lagi adalah bayaran karena telah mengajar Noval—anak SD bertubuh subur yang mengikuti les bahasa Inggris di tempat kursus Mbak Ermin—untuk satu kali pertemuan. Saya lupa Continue reading